1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Kurikulum

Kurikulum 2013

 

 

 

Kurikulum 2013 untuk jenjang SMA memakai sistem peminatan dengan tiga pilihan yaitu Matematika dan IPA, IPS, serta Bahasa dan Kebudayaan. Para siswa SMA memilih peminatan sejak duduk di kelas X (I SMA). Seleksi peminatan akan dilakukan berdasarkan nilai rapor SMP dan wawancara oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Peminatan dilihat berdasarkan rapor dan minat anak. Kalau nilai sudah tinggi bisa langsung sesuai minatnya, tapi kalau tidak harus dilihat betul dari wawancara guru BK

Kurikulum baru tidak lagi memakai istilah penjurusan tetapi peminatan. Menurutnya, sistem penjurusan di SMA selama ini hanya didasarkan nilai saja tanpa mempertimbangkan minat siswa. Tujuannya supaya anak berkembang sesuai keinginan atau minatnya. Selama ini berdasarkan nilai saja belum tentu anak minat kesana.

Kurikulum SMA memiliki dua kelompok mata pelajaran (mapel) wajib ditambah mapel peminatan. Dalam seminggu, siswa belajar selama 46-48 jam pelajaran. “Meski sudah memilih peminatan, yang unik, siswa tetap boleh mengambil dua mata pelajaran antarminat. Misalnya, siswa peminatan IPA mengambil mapel Bahasa Jerman,” katanya.

dalam perkembangannya bisa terjadi penumpukan jumlah siswa di satu minat. Oleh karena itu, sekolah perlu melakukan tes wawancara oleh guru BK agar setiap peminatan sesuai kuota. Terkait teknis pembelajaran, dia memberi kebebasan kepada sekolah. Sekolah bisa menerapkan siswa yang pindah kelas (moving class) seperti di jenjang perguruan tinggi atau siswa tetap berada di kelas seperti yang saat ini berlaku.

Dalam struktur Kurikulum SMA terdapat dua kelompok mapel wajib (Kelompok A dan Kelompok B). Kelompok A terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah, dan Bahasa Inggris. Kelompok B terdiri Seni dan Budaya, Prakarya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Sedangkan untuk Kelompok C adalah mapel peminatan, terdiri dari mapel peminatan akademik untuk SMA dan mapel peminatan akademik dan vokasi untuk

SMK.

 

Berikut ini Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah kelompok mata pelajaran wajib

Struktur Kelompok Peminatan Akademik (SMA) memberikan keleluasaan bagi peserta didik sebagai subjek tetapi juga berdasarkan pandangan bahwa semua disiplin ilmu adalah sama dalam kedudukannya. Nama kelompok minat diubah dari IPA, IPS dan Bahasa menjadi Matematika dan Sains, Sosial, dan Bahasa. Nama-nama ini tidak diartikan sebagai nama kelompok disiplin ilmu karena adanya berbagai pertentangan fisolosfis pengelompokan disiplin ilmu. Berdasarkan filosofi rekonstruksi sosial maka nama organisasi kurikulum tidak terikat pada nama disiplin ilmu.
Terlampir di bawah adalah mata pelajaran peminatan dan mata pelajaran pilihan (pendalaman minat dan lintas minat)